Tingkatkan Kualitas PTSP, MS Lhokseumawe Laksanakan Excellent Service Training Bersama BSI

LHOKSEUMAWE – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar pelayanan publik, Mahkamah Syar’iyah (MS) Lhokseumawe menggelar pelatihan Excellent Service bagi petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Senin (09/02). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama strategis antara MS Lhokseumawe dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Lhokseumawe Merdeka.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Abdul Muthallib, A.Md., S.H., M.H., selaku Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda yang bertindak sebagai pemandu acara (MC). Dalam pembukaannya, beliau menekankan bahwa kualitas pelayanan di garda terdepan merupakan cerminan wajah institusi di mata masyarakat.
Wakil Ketua MS Lhokseumawe, Ibu Dr. Ervy Sukmarwati, S.H.I., M.H., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan pihak perbankan. Beliau menegaskan bahwa transformasi pelayanan adalah prioritas utama. “Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan bahwa setiap masyarakat pencari keadilan di MS Lhokseumawe mendapatkan perlakuan yang profesional, santun, dan solutif, sesuai dengan standar layanan prima,” ujar beliau.
Pelatihan ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten dari BSI Cabang Lhokseumawe Merdeka yang dipimpin oleh Ibu Cut Hujrah Mafaza (Consumer Business Relationship Manager). Bersama tim ahli lainnya, yakni Ibu Meutia Bawazier (Funding Transaction Relationship), Ibu Indah Suryani (Funding Transaction Relationship), dan Ibu Yana Safrina (Customer Service Staff), mereka memaparkan materi mengenai etika komunikasi, manajemen komplain, serta teknik pelayanan efektif.
Aspek operasional pendukung juga menjadi perhatian dalam pelatihan ini. Simulasi pelayanan turut melibatkan Bapak Iska Budiyanto (Security) dan Bapak Agustiar (Office Boy) guna memastikan seluruh elemen pendukung di lingkungan kantor memiliki kesamaan visi dalam memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Dengan adanya pelatihan ini, MS Lhokseumawe berharap seluruh petugas PTSP dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk memperkuat zona integritas dan mewujudkan pelayanan publik yang transparan serta akuntabel.