Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe Gelar Rapat Monev Tenaga Outsourcing Demi Tingkatkan Pelayanan dan Keamanan

Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe Gelar Rapat Monev Tenaga Outsourcing Demi Tingkatkan Pelayanan dan Keamanan

Lhokseumawe – Dalam rangka memperkuat tata kelola lingkungan kerja yang kondusif serta meningkatkan mutu pelayanan publik bagi masyarakat pencari keadilan, Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe menyelenggarakan rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara komprehensif pada Rabu (10/06). Agenda strategis yang dipusatkan di ruang pertemuan utama kantor ini menyasar seluruh tenaga outsourcing, yang meliputi petugas keamanan (Satpam) dan petugas kebersihan (Cleaning Service), serta turut dihadiri oleh sebagian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe.

Rapat koordinasi dan evaluasi ini dibuka secara resmi oleh Kasubbag Umum dan Keuangan, Ibu Hafni, S.Ag., dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe, Bapak Yarvis Luthfi, S.H. Dalam amanatnya, Bapak Yarvis Luthfi, S.H. menekankan secara tegas bahwa performa tenaga lini depan, baik di sektor kebersihan maupun keamanan, merupakan cerminan langsung dari integritas dan komitmen pelayanan prima yang diusung oleh institusi. Oleh karena itu, penguatan sinergi dan disiplin kerja menjadi poin mutlak yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Dalam arahannya terkait teknis pelaksanaan kebersihan lingkungan, Sekretaris menginstruksikan penerapan sistem daftar periksa (check list) harian sebagai instrumen pemantauan yang terukur dan akuntabel. Guna memastikan efektivitas kebijakan tersebut, manajemen secara resmi menunjuk Bapak Ivanda dan Bapak Zardak sebagai mentor yang bertanggung jawab langsung dalam mengawasi serta mengevaluasi pelaksanaan kebersihan di lapangan. Fokus perhatian secara khusus diarahkan pada area-area fasilitas publik yang memiliki mobilitas tinggi, seperti toilet Kepaniteraan, toilet Kesekretariatan, serta toilet tamu. Selain itu, aspek manajemen pemeliharaan juga menjadi sorotan, di mana seluruh petugas diwajibkan untuk memastikan peralatan kerja selalu disimpan dalam kondisi rapi dan tertata dengan baik setelah digunakan.

Sementara itu, beralih pada sektor keamanan, Sekretaris memberikan beberapa atensi khusus kepada jajaran petugas satpam guna mengoptimalkan proteksi lingkungan kantor. Beberapa poin operasional yang diinstruksikan antara lain kewajiban mengaktifkan kembali penggunaan Handy Talky (HT) sebagai saluran komunikasi cepat, penataan kantong parkir kendaraan masyarakat agar lebih tertib, serta penguatan manajemen data melalui pencatatan jumlah tamu harian secara berkala. Guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan, petugas satpam juga diwajibkan melakukan patroli dan monitoring secara intensif di seluruh area kantor, terutama di ruang tunggu sidang, dengan intensitas waktu minimal satu jam sekali, yang kemudian harus segera ditindaklanjuti apabila ditemukan hal-hal yang memerlukan penanganan taktis.

Menutup rangkaian pengarahan, Kasubbag Umum dan Keuangan, Ibu Hafni, S.Ag., menambahkan sejumlah poin penting terkait efisiensi dan standardisasi pemeliharaan aset dinas. Beliau mengingatkan agar pembersihan rutin pada meja dan perabotan di ruangan yang jarang digunakan tetap dijaga dengan baik, menjaga kerapian rumput halaman secara berkala, serta melakukan normalisasi saluran air atau selokan minimal dua minggu sekali untuk mencegah penyumbatan. Ibu Hafni, S.Ag. juga memberikan penekanan humanis kepada petugas satpam agar lebih proaktif dalam membantu penyeberangan jalan bagi masyarakat yang berkunjung ke kantor demi menjamin keselamatan mereka. Manajemen menegaskan bahwa seluruh capaian kinerja ini akan ditinjau secara berkala melalui rapat monev terstruktur yang dijadwalkan setiap tiga bulan sekali demi menjaga konsistensi kualitas pelayanan publik.

Tags: No tags

Comments are closed.